Minggu, 20 Maret 2011

PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM


SEJARAH SINGKAT
BERDIRINYA MIFTAHUL’ULUM KOTABARU

1.      Cikal bakal adanya MTs Miftahul’Ulum Kotabaru adalah adanya Musholla Miftahul Banin yang berdiri diatas sebidang tanah pemberian wakaf dari seorang muslim bernama mbah Sannarpi (alm).
2.      Nama Miftahul Banin bagi sebuah musholla itu merupakan buah pemikiran seorang Kiai muda bernama Munawir,yang berarti kunci (keberhasilan bagi) anak-anak yang mengaji.
3.      Kiai muda bernama Munawir yang lebih akrab dipanggil mang Nawir mengasuh sejumlah anak-anak ngaji (santri kalong) istilah bagi santri yang tidak tinggal di pondok melainkan masih pulang ke rumah setiap hari.
4.      Kegigihan dan semangat mang Nawir ngawuruk ngaji (mengajar ngaji) menarik perhatian umat islam desa Kotabaru khususnya orang tua untuk mendorong anak-anak usia sekolah untuk menimba ilmu agama dimalam hari mulai ba’da magrib wampai wakti ‘Isya.
5.      Perhatian umat Islam terhadap kegigihan dan semangat juang mang Nawir bukan hanya datang dari dalam desa Kotabaru saja,melainkan masyarakat dari sekitar Kotabaru seperti Karangtanjung,Telung Piyus(Margorejo) bahkan perjuangan mang Nawir dibidang pendidikan agama sempat terdengar di Lampung Selatan Sehingga pada dekade tahun 1980an ada beberapa santri yang nyantri disini.
6.      Perkembangan santri yang begitu pesat mengilhami mang Nawir untuk mendirikan sebuah pesantren yang dapat menampung santri,sehingga dapat mengaji setiap saat khususnya selepas shalat fardhu.
7.      Sekitar tahun 1980an Pesantren Miftahul Banin didirikan dengan tujuan menjadi lembaga pendidikan  Islam yang yang diharapkan dapat menghasilkan generasi muda Islam yang ta’at agama,cerdas pengetahuannya,berakhlak mulia dapat berguna bagi kedua orang tua,masyarakat nusa dan bangsa.
8.      Cita-cita Kiai Munawir diantaranya adalah dapat mendidik santri-santrinya membaca Al Qur’an dengan lancar,memahami tajwid,dapat membaca kitab-kitab klasik dsb,dan ketika telah dianggap lulus dari yang targetkan,para santri dianjurkan dan didorong untuk meneruskan ke Pesantren atau madrasah yang lebih besar dan jauh.
9.      Diantara anak asuhnya ada yang meneruskan ke pesantren dan madrasah lanjutan,dan pada tahun 1988 diantara santrinya ada yang meneruskan sekolah di Madrasah Aliyah Bustanul’Ulum Jaya Sakti. Untuk membantu mengasuh santri Kiai Munawir menugasi santri yang lebih besar (senior) untuk mengajar santri yang lebih kecil (yunior).
10.  Perjuangan Kiai Munawir dengan dukungan para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kotabaru melalui jalur pendidikan non-formal belum memuaskan perasaan kiai Munawir,sehingga ia menggalang dukungan tokoh-tokoh untuk dapat mendirikan suatu madrasah (Pendidikan Agama formal) dengan tujuan meningkatkan kualitas para santri bukan hanya mempelajari agama tetapi belajar pelajaran umum.
11.  Niat tulus itu mendapat sambutan positif dari tokoh-tokoh dan masyarakat,yang kemudian didirikanlah tiga ruang bangunan madrasah Ibtidaiyah (MI) menempati tanah wakaf dari seorang bernama Sutan Joyolago,untuk melaksanakan misinya ia melibatkan sejumlah orang yang dianggap mampu mengajar di madrasah,bahkan sempat mendatangkan ustadz-ustadz muda dari Jawa Tengah.
12.  Namun sayang antusias masyarakat menyekolahkan anak-anaknya tidak sebanding dengan jumlah guru yang mengajar,selain daripada itu untuk membiayai operasional sebuah pendidikan formal dengan mengandalkan iuran/sumbangan seikhlasnya dari para wali murid mempengaruhi perjalanan madrasah ibtidaiyah yang didirikan,akhirnya keberadaan madrasah Ibtidaiyah tidak dapat berlangsung.
13.  Gedung madrasah kemudian untuk beberapa tahun beralih fungsi menjadi tempat Majlis Ta’lim kaum ibu (muslimat).
14.  Pada tahun 1987 diantara santrinya ada yang sedang menimba ilmu di Madrasah Aliyah Bustanul Ulum Jaya Sakti,dengan lantaran adanya para siswa madrasah Aliyah yang berasal dari kotabaru,beberapa dewan guru di Bustanul Ulum Jaya sakti menaruh perhatian untuk memotivasi agar kelak dapat mengembangka sayap perjuangannya di kotabaru.
15.  Dengan lantaran adanya para santri yang sekolah di Jaya Sakti,maka terjalinlah hubungan antara tokoh agama Kotabaru dan Jaya Sakti,untuk merealisasikan kesamaan tujuan dalam perjuangan maka terilhamilah berdirinya MTs Bustanul Ulum (filial) di Kotabaru.Para tokoh yang antusias diantaranya adalah kiai Munawir,Bp.Ruswan Mulyono, Bp.Tugiyo, Bp.Arsil AR, Bp.Mad Ihrom, Bp.Aminudin , Bp.Eman Yusuf dan Bp.Junaedi.
16.  Beberapa kali pertemuan tokoh digelar dalam upaya mewujudkan pendirian madrasah Tsanawiyah di Kotabaru,salah satu hasilnya adalah menunjuk Bpk.Junaedi menjadi Penanggung Jawab MTs Bustanul’Ulum (filial) di Kotabaru.
17.  Selama tiga Tahun Ajaran (TA.1988/1989 sampai TA.1990/1991) MTs Bustanul’Ulum (filial) Kotabaru berlangsung,yang kemudian pada tahun 1991 Persiapan pengurus yayasan terbentuk dan mengurus upaya definitifnya  MTs di Kotabaru dengan nama MTs Miftahul’Ulum Kotabaru. Miftahul’Ulum dipilih menjadi nama madrasah Tsanawiyah diabil dari dua nama yaitu Miftahul Banin dan Bustanul’Ulum.
18.  Untuk pertama kali MTs dipimpin oleh Bapak Djunaedi  sampai tahun 1992 dan kemudian secara berurut dipimpin oleh :
a.       Subardi (tahun 1992 sampai tahun 1996)
b.      Edy Tohadi,S.Ag (tahun 1996 sampai tahun 2000)
c.       Suhadi,S.Pd (tahun 2000 sampai tahun 2004)
d.      Purwadi (tahun 2004 ssampai tahun 2008)
e.       Edy Tohadi,S.Ag (tahun 2008 hingga saat ini).

PROFIL MADRASAH
TP. 2010/2011

A. Identitas Madrasah
  1. Nama Madrasah                        : MTs Miftahul’Ulum
  2. Alamat                                      : Kota Baru
  3. Kecamatan                                : Padang Ratu
  4. Kabupaten                                 : Lampung Tengah
B. Data Kepala Madrasah                     :
  1. Nama Kepala madrasah             : Hi.Edy Tohadi,S.Ag.
  2. SK Pengangkatan                      : No.03/KPTS/YPPPMU/VII/2008,Tgl 23 Juli 2008.
  3. Pendidikan terakhir                    : S.1/Akta IV Tarbiyah.
C. Data Madrasah                                 :
  1. Tahun Pendirian                         : Tgl 8 April 1988
  2. Tahun Operasional                     : 1988
  3. NSM                                         : 121218020032
  4. N P S N                                    : 10802142
  5. No.Piagam Pendirian/tahun        : 304/MTs/LT/1992 Tgl 7 September 1992
  6. Status Akriditasi                        : Terakriditasi peringkat C
  7. No.dan Tgl Akriditasi                  : D/KW/MTs/LT/37/2005,Tgl 5 April 2005.
  8. Status Tanah                             : Tanah milik
  9. Luas Tanah Milik                       : 2500 m2
  10. Luas Tanah Bukan Milik             : -
  11. Luas Bangunan Seluruhnya        : 432 m2

Label:

2 Komentar:

Pada 26 April 2011 pukul 01.13 , Anonymous Anonim mengatakan...

i love you..........................

 
Pada 26 April 2011 pukul 01.17 , Anonymous Anonim mengatakan...

aku banggaa bgds ma miftahul ulum.banyak bgds perubahan.. thank's ea miftahul ulum......berkat jerih payah dan perjuangan mu untuk ku........qu bsa melanjutkan ke jenjang pendidikan yana lebih tinggi........once again.thank's......... i do love and proud with you

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda